Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagian-bagian dalam dan aspek-aspek dimensi sosial yang ditampilkan dalam cerpen Pasar Santa, 2045 karya F. Ilham Satrio, dengan menggunakan gagasan struktural dan sosiologis tentang sastra. Cerita ini sangat menarik untuk dikaji karena menggambarkan masyarakat masa depan yang menghadapi krisis kemanusiaan akibat pengaruh teknologi digital yang begitu kuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data yang berfokus pada teks itu sendiri. Pendekatan struktural digunakan untuk menemukan bagian-bagian dalam seperti gagasan utama, tokoh, peristiwa cerita, tempat, sudut pandang, gaya penulisan, dan makna, sementara pendekatan sosiologis membantu memahami makna sosial yang ditampilkan dalam interaksi antara manusia, teknologi, dan nilai-nilai budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara struktural, cerpen ini memiliki tema besar tentang kejatuhan manusia karena kehilangan nilai-nilai kemanusiaan seiring kemajuan teknologi; tokoh Zafan merepresentasikan sosok yang merasa kesepian; alur cerita yang beragam menunjukkan pergulatan batin tokoh tersebut; latar futuristik membuat suasana terasa meresahkan; dan penggunaan bahasa kiasan memperkuat rasa getir kehidupan di era modern. Dari sudut pandang sosiologis, karya ini menyoroti hilangnya koneksi sosial, masalah moral, dan tekanan antara manusia dan pengendalian sistem digital. Secara keseluruhan, Pasar Santa, 2045 tidak hanya menunjukkan masalah sosial yang disebabkan oleh teknologi, tetapi juga merefleksikan secara moral betapa pentingnya melindungi nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat saat ini.
Copyrights © 2025