Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan self-love pada anak tunagrahita sedang melalui kegiatan hidup bersih dan sehat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 30 siswa tunagrahita sedang, 20 wali siswa, dan 10 guru di SLB-B Negeri Pembina Kota Palembang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan personal hygiene anak, khususnya dalam mencuci tangan, menyikat gigi, dan membuang sampah setelah diberikan praktik langsung dan ice breaking. Penerapan metode Total Task Presentation (TTP) terbukti efektif dalam melatih kemandirian, sedangkan dukungan pola asuh demokratis dari orang tua memperkuat kebiasaan hidup bersih dan membangun rasa percaya diri anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan hidup bersih dan sehat tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan fisik, tetapi juga efektif sebagai sarana penanaman self-love pada anak tunagrahita sedang.
Copyrights © 2026