Kedisiplinan santri merupakan salah satu aspek fundamental dalam keberhasilan pendidikan pesantren, khususnya pada lembaga pendidikan berasrama berbasis tahfidz al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran musyrifah dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Asrama Tahfidz Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan peran tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku disiplin santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas musyrifah, pengelola pesantren, dan santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musyrifah memiliki peran sentral dalam membentuk kedisiplinan santri melalui empat fungsi utama, yaitu sebagai orang tua kedua, pembimbing, fasilitator sekaligus motivator, serta pendidik/demonstrator. Faktor pendukung peran musyrifah meliputi lingkungan asrama yang religius, dukungan lembaga, pembiasaan kegiatan positif, dan komunikasi yang baik dengan orang tua santri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter santri, rendahnya motivasi internal, lemahnya adaptasi santri terhadap kehidupan pesantren, serta keterbatasan pengawasan pada waktu tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran musyrifah berkontribusi signifikan dalam membentuk perilaku disiplin santri, baik dalam aspek ibadah, hafalan, kebersihan, pembelajaran, maupun pengelolaan waktu.
Copyrights © 2026