Penelitian ini meneliti terkait bagaimana akting, ekspresi tubuh, dan pengendalian emosi berbeda di teater dan film. Menggunakan Christian Bale sebagai studi kasus untuk mendapatkan pemahaman tentang adaptasi yang diperlukan di kedua medium. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana karakterisasi Bale berkembang dalam berbagai konteks dan bagaimana hal itu berdampak pada hubungan emosional dengan penonton. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan penilaian penampilan Bale di teater dan film. Hasil menunjukkan bahwa Bale menggunakan pendekatan yang lebih dramatis dan jelas di teater, sedangkan di film, ia menggunakan pendekatan yang lebih halus dan mendalam, yang mengubah secara signifikan cara penonton merasakan emosi mereka. Dalam adaptasi ini, fleksibilitas Bale sebagai aktor dan pentingnya menguasai teknik akting dalam berbagai medium ditunjukkan.
Copyrights © 2026