Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Panggung ke Layar: Perbandingan Teknik Akting, Ekspresi Tubuh, dan Pengendalian Emosi dalam Teater dan Film dengan Studi Kasus Aktor Christian Bale Prayogo, Matheus
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7849

Abstract

Penelitian ini meneliti terkait bagaimana akting, ekspresi tubuh, dan pengendalian emosi berbeda di teater dan film. Menggunakan Christian Bale sebagai studi kasus untuk mendapatkan pemahaman tentang adaptasi yang diperlukan di kedua medium. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana karakterisasi Bale berkembang dalam berbagai konteks dan bagaimana hal itu berdampak pada hubungan emosional dengan penonton. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan penilaian penampilan Bale di teater dan film. Hasil menunjukkan bahwa Bale menggunakan pendekatan yang lebih dramatis dan jelas di teater, sedangkan di film, ia menggunakan pendekatan yang lebih halus dan mendalam, yang mengubah secara signifikan cara penonton merasakan emosi mereka. Dalam adaptasi ini, fleksibilitas Bale sebagai aktor dan pentingnya menguasai teknik akting dalam berbagai medium ditunjukkan.
The Message and Meaning on Short Animation Film "Surat Untuk Jakarta" Prayogo, Matheus; Saidi, Acep Iwan; Murwonugroho, Wegig
VCD: Journal of Visual Communication Design Vol. 3 No. 1 (2018): VCD: Journal of Visual Communication Design
Publisher : Universitas Ciputra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.724 KB) | DOI: 10.37715/vcd.v3i1.799

Abstract

Jakarta is the center of business and government in Indonesian Republic that have population density about 15.000 citizen per kilometer. Jakarta have many major problem like different political view, high population density, traffic jam, increase of waste product, air population, etc. “Surat Untuk Jakarta” Animation short is about condition in Jakarta from day to night. For about two minutes, the winner of the Best Animation Category in Festival Film Indonesia show us about the architecture in Jakarta in exquisites 2D animation media. Despite of the success for gaining many award like “Best Picture Hellofest 2016”, this film just show the sequence of Jakarta. We can see the iconic building like Monumen National, Dirgantara Statue, Istiqlal Mosque, etc. But the problem is, there is no narrator that tell us what’s going on there. The shot change to another shot, but just segmented people that know the meaning and message of this film. This research purpose is to analyze the meaning and message of “Surat Untuk Jakarta” with semiotic metodolgy. The conclusion of this research is with visual element that have no narrator makes the meaning and the responds to target audience ineffective. The conclusion we have is this film is about the complexity of Jakarta, there are too many social gap in Jakarta, and we still need more pluralism in this city.