Pengembangan eduwisata berbasis potensi lokal menghadapi tantangan kompleks dalam aspek kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pemberdayaan pengelola eduwisata Kelurahan Randuacir dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat (community-based participatory approach) yang mengintegrasikan FGD, pelatihan bertahap, dan pendampingan lapangan selama tiga bulan. Partisipan terdiri dari 28 pengelola eduwisata, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat dengan tingkat partisipasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan transformasi signifikan dalam tiga dimensi utama: (1) penguatan kelembagaan melalui pembentukan Pokdarwis yang legitimate dan pengembangan sistem tata kelola demokratis dengan tingkat pemahaman organisasi 94%; (2) peningkatan kapasitas SDM rata-rata 110.8% dalam aspek kepemimpinan, pelayanan prima, public speaking, dan pemasaran digital; (3) pengembangan produk eduwisata tersegmentasi berdasarkan karakteristik wisatawan dengan pendekatan hands-on activities untuk anak-anak dan deep learning untuk dewasa. Evaluasi praktik lapangan dengan 50 siswa SD mengkonfirmasi efektivitas pendekatan pembelajaran transformasional dalam mengubah orientasi dari produk menjadi pasar. Program berhasil menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang holistik dengan kontribusi teoritis berupa framework pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang dapat direplikasi. Implikasi praktis menunjukkan pentingnya integrasi antara pengembangan kapasitas individual, penguatan kelembagaan, dan pembangunan modal sosial dalam mewujudkan eduwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026