Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah dalam membina perilaku moral siswa di SMP Negeri 2 Mori Atas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru PPKn, guru bimbingan konseling, dan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan moral dilaksanakan melalui tiga dimensi: Moral Knowing (pemahaman konsep nilai moral dalam pembelajaran), Moral Feeling (pengembangan empati, kepedulian, dan motivasi moral), dan Moral Acting (pembiasaan tindakan moral melalui penegakan aturan, keteladanan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler). Faktor pendukung pembinaan moral meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, konsistensi aturan, dan keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran siswa, pengaruh teman sebaya, dan dampak negatif media sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa kerangka moral knowing, moral feeling, moral acting efektif dalam menginternalisasikan nilai moral, dengan syarat mendapat dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan orang tua.
Copyrights © 2026