Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis culture shock yang dihadapi mahasiswa Universitas Madako selama program pertukaran mahasiswa (PMM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap 6 mahasiswa peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa mengalami berbagai gejala culture shock, seperti rasa rindu kampung halaman, kebingungan dalam komunikasi, kehilangan nafsu makan, sulit tidur, dan kecemasan. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan bahasa, gaya komunikasi, adat istiadat, serta norma sosial yang berlaku di lingkungan baru. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa menerapkan berbagai strategi adaptasi, seperti menjalin interaksi sosial dengan warga lokal, mengikuti kegiatan kampus secara aktif, serta mempersiapkan diri secara mental dan budaya. Penelitian ini menekankan pentingnya pembekalan budaya sebelum keberangkatan dan dukungan berkelanjutan selama program berlangsung agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang optimal.
Copyrights © 2026