Saat ini, proses pengajaran dan pembelajaran masih banyak menggunakan metode konvensional yang menekankan bahwa pengetahuan harus dihafal sebagai fakta yang mutlak. Oleh karena itu, kebanyakan situasi di dalam kelas masih berpusat pada guru sebagai sumber utama pengetahuan (teacher centered). Model pembelajaran seperti ini tidak melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan permasalahan. Untuk menciptakan suasana belajar yang inovatif dan kreatif, sangat penting untuk membangun hubungan yang erat antara komponen pendidikan, seperti guru dan siswa. Dengan menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), siswa diharapkan dapat bekerja sama dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi secara kelompok, sehingga terjadi pertukaran pengetahuan, baik antar sesama siswa maupun antara guru dengan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran model pembelajaran berbasis masalah dalam pendidikan agama Islam agar nilai-nilai pendidikan agama Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menarik kesimpulan berdasarkan data yang terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian.
Copyrights © 2025