Abstract This study analyzes the function of Fawatiḥ al-Suwar (the initial letters) in Surah Al-Baqarah, by examining the linguistic, theological, and thematic aspects contained in the structure of the Qur'an. The aim of this study is to strengthen the understanding that the initial letters such as Alif Lām Mīm are not merely sacred signs that have no meaning, but rather carry a deeper message that emphasizes the greatness of revelation and the unity of meaning in the following verses. This study applies a qualitative-descriptive method with a thematic and linguistic approach in the interpretation of the Qur'an, supported by research from the perspectives of both classical and modern exegetes. The results show that Fawatiḥ al-Suwar plays a role as an opener of divine communication, which strengthens the relationship between God, His Book, and humanity. In addition, the existence of these letters contains references to spiritual and moral values, including awareness of Tawhid, justice, and social and economic responsibility, as reflected in the contents of Surah Al-Baqarah. Thus, the muqatta'ah letters are not only a puzzle, but also a symbol of the magic of the Koran, which invites humanity to continue to ponder and understand the divine message more deeply. Keywords: Fawatiḥ al-Suwar, Al-Baqarah, disjointed letters, Qur’anic exegesis, divine communication Abstrak Kajian ini menganalisis fungsi Fawatiḥ al-Suwar (huruf muqaṭta‘ah) di dalam Surat Al-Baqarah, dengan meneliti aspek linguistik, teologis, dan tematik yang ada dalam struktur Al-Qur'an. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkuat pemahaman bahwa huruf-huruf awal seperti Alif Lām Mīm bukanlah sekadar tanda suci yang tidak memiliki makna, melainkan membawa pesan yang lebih dalam yang menekankan kebesaran wahyu dan kesatuan makna dalam ayat-ayat selanjutnya. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tematik dan linguistik dalam penafsiran Al-Qur'an, yang didukung oleh penelitian dari sudut pandang para mufassir baik klasik maupun modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fawatiḥ al-Suwar berperan sebagai pembuka jalur komunikasi ilahi, yang memperkuat hubungan antara Tuhan, Kitab-Nya, dan umat manusia. Selain itu, keberadaan huruf-huruf ini mengandung acuan pada nilai-nilai spiritual dan moral, termasuk kesadaran akan Tauhid, keadilan, serta tanggung jawab sosial dan ekonomi, seperti yang tercermin dalam isi Surat Al-Baqarah. Dengan demikian, huruf-huruf muqatta'ah tidak hanya merupakan suatu teka-teki, tetapi juga merupakan simbol keajaiban Al-Quran, yang mengajak umat manusia untuk terus merenungkan dan memahami pesan ilahi dengan lebih dalam. Kata Kunci: Fawatiḥ al-Suwar, Al-Baqarah, huruf muqaṭṭa‘ah, tafsir Qur’ani, komunikasi ilahi.
Copyrights © 2026