Abstrak Penelitian menemukan bahwa surat yasin ayat 82 menggambarkan wujud qudrat dan iradat Allah swt. Qudrat kekuasaan Allah dan iradat kehendak Allah. Dari isyarat suarat yasin ayat 82, ditemukan bahwa gambaran qudrat dan iradat berasal dari akar kata yang sama, yang membedakan hanya bentuk kata. Pemahaman iradat dapat ditangkap dari kata kun (terjadilah), dengan bentuk fi’il amar, yakni kata perintah. Semnatara qudrat dapat ditangkap dari kata fayakun (maka terjadi) dengan bentuk fi’il mudhari. Penelitian ini menggunakan kajian pustakan, dengan pendekatan hermenetika. Hermenetikan yang ditekankan pada penelitian ini didasarkan pada ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Ilmu sharaf salah satu disiplin ilmu yang mebjelaskan perubahan kata. Adapun ilmu nahwu disiplin ilmu untuk mengetahui keududukan kata dalam sebuah kalimat. Adapun sumber yang digunakan, terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang digunakan dalam kajian ini berupa ayat al-Qur’an khususnya surat yasin ayat 82. Sementara sumber sekunder berupada kitab-kitab tauhid, tafsir dan kajian-kajian yan ada hubungannya baik langsung maupun tidak langsung. Kata Kunci: Qudrat, Iradat, Surat Yasin. Abstract Research has found that Surah Yasin verse 82 describes the form of Allah's power and will. Allah's power is His authority, and His will is His desire. From the indications in Surah Yasin verse 82, it was found that the descriptions of qudrat and iradat come from the same root word, with only the form of the word differing. The meaning of iradat can be understood from the word kun (let there be), which is in the form of fi'il amar, meaning a command. Meanwhile, qudrat can be understood from the word fayakun (then it happened) in the form of fi'il mudhari. This study uses a literature review with a hermeneutic approach. The hermeneutics emphasized in this study are based on nahwu and sharaf. Sharaf is a discipline that explains word changes. Nahwu is a discipline for understanding the position of words in a sentence. The sources used consist of primary and secondary sources. The primary source used in this study is the verse of the Qur'an, specifically Surah Yasin verse 82. Meanwhile, the secondary sources are books on tauhid, tafsir, and studies that are directly or indirectly related. Keywords: Qudrat, Iradat, Surah Yasin.
Copyrights © 2026