Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Concept of Islamic Education According to the Views of Imam Al-Ghazali Ibnu Fiqhan Muslim; Priyono; Apipudin; Ranam, Sanudin
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS) Vol. 4 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59889/ijembis.v4i2.347

Abstract

This article aims to analyze Al-Ghazali's views regarding Islamic education. In this research, library research methods were used to review Al-Ghazali's thoughts and conceptions regarding Islamic education. The findings from this research show that Al-Ghazali has a deep understanding of Islamic education. Apart from that, this article discusses his views regarding educational management, student management, and curriculum preparation. In conclusion, Al-Ghazali views education as a process to develop humans towards perfection, with a spiritual approach to achieving good life goals. This article also details the aspects that need to be fulfilled by students, such as appreciating learning as a spiritual process, concentration, and an attitude of humility. Regarding the curriculum, Al-Ghazali emphasized the importance of religious knowledge and ethics, based on two main tendencies: the religious and Sufism tendency and the pragmatic tendency.
The Role of a Mother in Education of Children According To The Perspective of The Quran Ranam, Sanudin; Priyono; Muslim, Ibnu Fihan; Apipudin
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS) Vol. 4 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59889/ijembis.v4i3.438

Abstract

The mother's role as an educator is very important, including the duties of breastfeeding and protecting and educating children. Psychological research shows that the mother's presence from the beginning of a child's growth is crucial because early childhood is a critical period for the child's physical, intellectual, personality, and spiritual formation. Based on the Al-Qur'an in Surah Al-Baqarah Verse 233, Luqman Verse 14, and Al-Ahqaf Verse 15, there is important education that must be instilled in children, including the education of aqidah and Luqman's advice to his children. This research is library research with data collection methods in the form of documentation and interpretation of the Al-Qur'an. The aim is to understand the role of mothers in educating children according to Surah Al-Baqarah Verse 233, Luqman Verse 14, and Al-Ahqaf Verse 15. The results show the importance of children's education from the womb, as well as the mother's role in breastfeeding, protecting, educating, and forming aqidah, responsibility, and gratitude in children. Breastfeeding with breast milk supports the child's health and begins the educational process from the breastfeeding period.
Hubungan Islam dan Negara Dalam al-Qur'an dalam Perspektif Mufassir Timur Iskandar, Rudi; Apipudin
Cigarskruie: Journal of Educational and Islamic Research Vol. 1 No. 2 (2024): March
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/636415

Abstract

Kajian ini mengkaji pandangan para mufassir Timur tentang hubungan Islam dan negara, dengan fokus menganalisis tafsir Al-Qur'an. Para mufassir Timur, khususnya dari kawasan Timur Tengah, diperkirakan memandang Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam mendirikan negara Islam berdasarkan prinsip keadilan sosial dan kepemimpinan yang adil. Tema utama dalam pandangan mereka menyangkut konsep khilafat, keadilan sosial, kepemimpinan yang adil dan penerapan hukum Islam (syariah). Kesimpulan penelitian ini menyoroti kesinambungan pandangan-pandangan ini di kalangan mufassir Timur, sekaligus mengakui keragaman perspektif yang dipengaruhi oleh konteks sejarah dan budaya lokal. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mufassir Timur memaknai Al-Qur’an dalam konteks hubungan Islam dan negara serta memberikan dasar pemikiran yang kuat bagi terwujudnya struktur negara Islam yang berkeadilan sosial.
Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa Berbasis Ajaran Islam Iskandar, Rudi; Apipudin
LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ljit.v1i2.2182

Abstract

This research examines the role of teachers in shaping students' character based on Islamic teachings through a literature review. This abstract summarizes the key findings found from related literature and discusses how the concept of monotheism, teacher example, interpersonal interaction, and the application of the values ​​of justice and compassion are crucial factors in shaping student character. This study highlights the significance of teacher-student interaction in creating an Islamic educational environment that supports the formation of positive character. The results can become a basis for teachers and educational practitioners to implement effective strategies in shaping student character based on Islamic teachings.
Hubungan Islam dan Negara Dalam al-Qur'an dalam Perspektif Mufassir Timur Iskandar, Rudi; Apipudin
Cigarskruie: Journal of Educational and Islamic Research Vol. 1 No. 2 (2024): March
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/3r17a651

Abstract

Kajian ini mengkaji pandangan para mufassir Timur tentang hubungan Islam dan negara, dengan fokus menganalisis tafsir Al-Qur'an. Para mufassir Timur, khususnya dari kawasan Timur Tengah, diperkirakan memandang Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam mendirikan negara Islam berdasarkan prinsip keadilan sosial dan kepemimpinan yang adil. Tema utama dalam pandangan mereka menyangkut konsep khilafat, keadilan sosial, kepemimpinan yang adil dan penerapan hukum Islam (syariah). Kesimpulan penelitian ini menyoroti kesinambungan pandangan-pandangan ini di kalangan mufassir Timur, sekaligus mengakui keragaman perspektif yang dipengaruhi oleh konteks sejarah dan budaya lokal. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mufassir Timur memaknai Al-Qur’an dalam konteks hubungan Islam dan negara serta memberikan dasar pemikiran yang kuat bagi terwujudnya struktur negara Islam yang berkeadilan sosial.
Pengembangan Instrumen Tes Literasi Sains Berbasis Etnosains Hutan Larangan Kampung Adat Kuta Apipudin; Hamdu, Ghullam; Ramadhani Putri, Agenestasia
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes literasi sains berbasis etnosains pada materi keanekaragaman hayati untuk peserta didik sekolah dasar. Konteks yang digunakan adalah Hutan Larangan Kampung Adat Kuta yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati secara turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan menurut Sugiyono. Instrumen disusun berdasarkan kerangka literasi sains PISA 2018 yang mencakup tiga aspek utama, yaitu konteks, pengetahuan (konten, prosedural, dan epistemik), serta kompetensi (menjelaskan fenomena secara ilmiah, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, dan menafsirkan data ilmiah). Hasil validasi internal menunjukkan bahwa instrumen termasuk dalam kategori layak hingga sangat layak. Uji coba eksternal terhadap 32 peserta didik menunjukkan bahwa 68% butir soal dinyatakan valid, reliabilitas instrumen tinggi (α = 0,785), mayoritas soal memiliki tingkat kesukaran sedang (60%), dan 48% butir soal memiliki daya beda sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi etnosains dalam instrumen tes tidak hanya memperkuat relevansi konteks lokal dalam pembelajaran sains, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesadaran siswa terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal.