Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Vermikompos untuk Mengurangi Cekaman Suhu Tinggi dalamProduksi Bawang Merah di Lahan Pesisir (Vermicompost to Reduce High Temperature Stress in Shallot Productionin Coastal Areas): Review Ayat, Taufik Hidayat; Fahrurrozi; Sumardi; Novianto
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.861

Abstract

         Bawang merah (Allium Cepa L.) merupakan komoditas sayuran hortikultura populer yang berperan sebagai sumber nutrisi dan pemberi cita rasa masakan di Indonesia. Konsumsi bawang merah per kapita masyarakat Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun produksinya mengalami penurunan sejak tahun 2021. Pemanfaatan lahan marginal di kawasan pesisir merupakan alternatif strategis untuk meningkatkan produksi bawang merah. Salah satu kendala dalam produksi bawang merah di kawasan ini adalah cekaman suhu tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan vermikompos untuk mengurangi cekaman suhu tinggi dalam produksi bawang merah di lahan pesisir. Vermikompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik oleh cacing tanah, terutama cacing Lumbricus yang mampu menjaga suhu dan kelembapan tanah secara optimal dengan memperbaiki aerasi tanah serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Vermikompos mengandung unsur hara makro dan mikro seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), dan mangan (Mn) yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Penggunaanvermikompos dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi cekaman suhu tinggi pada produksi bawang merah di wilayah pesisir dengan meningkatkan kualitas fisik tanah, biologi tanah dan sifat kimia tanah. Aplikasi vermikompos pada lahan di wilayah pesisir mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil bawang merah.             Shallot (Allium Cepa L.) is a popular horticultural vegetable commodity that serves as a source of nutrients and culinary flavor in Indonesia. Per capita consumption of shallots among Indonesian people has increased from year by year, however, its production has decreased since 2021. Utilization of marginal land in coastal areas is a strategic alternative to increase shallot production. One of the major challenges in shallot production in these area is high temperature stress. This article aims to examine the use of vermicompost to reduce high temperature stress in shallot production on coastal areas. Vermicompost is an organic fertilizer produced through the decomposition of organic matter by earthworms, especially Lumbricus, which can maintain optimal soil temperature and humidity by improving soil aeration and enhancing water retention. Vermicompost contains macro and micronutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), magnesium (Mg), iron (Fe), copper (Cu), and manganese (Mn), which are beneficial for increasing plant growth and yields. The use of vermicompost can be an effective solution to overcome high temperature stress in shallot production in coastal areas by improving the physical, biology, and chemical properties of the soil. Application of vermicompost on coastal lands has been shown to improve both the productivity and quality of shallot yields.
QUDROT DAN IRODAT ALLAH PADA REALITAS Apipudin; Novianto
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.63552

Abstract

Abstrak Penelitian menemukan bahwa surat yasin ayat 82 menggambarkan wujud qudrat dan iradat Allah swt. Qudrat kekuasaan Allah dan iradat kehendak Allah. Dari isyarat suarat yasin ayat 82, ditemukan bahwa gambaran qudrat dan iradat berasal dari akar kata yang sama, yang membedakan hanya bentuk kata. Pemahaman iradat dapat ditangkap dari kata kun (terjadilah), dengan bentuk fi’il amar, yakni kata perintah. Semnatara qudrat dapat ditangkap dari kata fayakun (maka terjadi) dengan bentuk fi’il mudhari. Penelitian ini menggunakan kajian pustakan, dengan pendekatan hermenetika. Hermenetikan yang ditekankan pada penelitian ini didasarkan pada ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Ilmu sharaf salah satu disiplin ilmu yang mebjelaskan perubahan kata. Adapun ilmu nahwu disiplin ilmu untuk mengetahui keududukan kata dalam sebuah kalimat. Adapun sumber yang digunakan, terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang digunakan dalam kajian ini berupa ayat al-Qur’an khususnya surat yasin ayat 82. Sementara sumber sekunder berupada kitab-kitab tauhid, tafsir dan kajian-kajian yan ada hubungannya baik langsung maupun tidak langsung. Kata Kunci: Qudrat, Iradat, Surat Yasin.   Abstract Research has found that Surah Yasin verse 82 describes the form of Allah's power and will. Allah's power is His authority, and His will is His desire. From the indications in Surah Yasin verse 82, it was found that the descriptions of qudrat and iradat come from the same root word, with only the form of the word differing. The meaning of iradat can be understood from the word kun (let there be), which is in the form of fi'il amar, meaning a command. Meanwhile, qudrat can be understood from the word fayakun (then it happened) in the form of fi'il mudhari. This study uses a literature review with a hermeneutic approach. The hermeneutics emphasized in this study are based on nahwu and sharaf. Sharaf is a discipline that explains word changes. Nahwu is a discipline for understanding the position of words in a sentence. The sources used consist of primary and secondary sources. The primary source used in this study is the verse of the Qur'an, specifically Surah Yasin verse 82. Meanwhile, the secondary sources are books on tauhid, tafsir, and studies that are directly or indirectly related. Keywords: Qudrat, Iradat, Surah Yasin.