Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu tanaman pangan yang menjadi sumber utama karbohidrat setelah padi di Indonesia. Tetapi masyarakat masih mengandalkan pupuk anorganik yang berdampak berkurangnya produktivitas tanah akibat dari pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan, sehingga dapat merusak tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis kompos limbah serasah jagung terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis serta mendapatkan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 yaitu M1 = Kompos serasah jagung 50 g/polybag (10 ton/ ha), M2 = Kompos serasah jagung 100 g/ polybag (20 ton/ha), M3 = Kompos serasah jagung 150 g/polybag (30 ton/ha), M4 = Kompos serasah jagung 200 g/polybag (40 ton/ ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, diameter tongkol dan bobot tongkol dan tingkat kemanisan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam, apabila hasil analisis sidik ragam menunjukkan perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata (DMRT 5%). hasil Penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian kompos limbah serasah jagung memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pemberian kompos berpengaruh nyata pada terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 21 HST, panjang daun pada umur 21 dan 28 HST. Namun, berpengaruh tidak nyata pada umur pengamatan 28, 35, dan 42 HST terhadap jumlah daun, dan lebar daun.
Copyrights © 2026