Artikel ini membahas kebijakan pendidikan Islam kontekstual dan tantangan kepemimpinan pendidikan Islam dalam masyarakat pesisir Selat Malaka. Pendidikan Islam di wilayah pesisir dihadapkan pada dinamika sosial yang khas, seperti fluktuasi ekonomi maritim, mobilitas sosial yang tinggi, serta karakter budaya masyarakat yang terbuka dan egaliter. Kondisi tersebut menuntut kebijakan pendidikan Islam yang tidak hanya bersifat normatif dan seragam, tetapi mampu beradaptasi dengan konteks sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis dokumen kebijakan, dengan menelaah berbagai literatur nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan Islam di masyarakat pesisir bukan terletak pada ketiadaan kebijakan, melainkan pada lemahnya integrasi antara kebijakan pendidikan Islam dan kepemimpinan pendidikan Islam di tingkat kelembagaan. Kepemimpinan pendidikan Islam memiliki peran strategis sebagai mediator yang menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik pendidikan yang kontekstual. Artikel ini menawarkan model integratif yang menekankan kontekstualisasi kebijakan, kepemimpinan kultural-adaptif, dan orientasi keberlanjutan sebagai prasyarat terwujudnya pendidikan Islam yang relevan, memiliki legitimasi sosial, dan berkelanjutan di masyarakat pesisir.
Copyrights © 2026