Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik pengembangan sosial-emosional anak usia dini serta peran guru dalam membangun lingkungan belajar yang aman, responsif, dan mendukung di TK Hamnur Pattallassang Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berkesinambungan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki keterlibatan emosional yang positif dan memandang keberagaman karakter serta perbedaan ritme belajar anak sebagai bagian alami dari proses perkembangan anak usia dini. Pembelajaran berbasis bermain diterapkan secara konsisten dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak, kemampuan mengekspresikan emosi, kepercayaan diri, serta interaksi sosial dengan teman sebaya. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terstruktur namun fleksibel, dengan menyesuaikan metode, media, dan strategi pembelajaran terhadap kondisi emosional dan tingkat konsentrasi anak. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah, keluarga guru, dan keterlibatan orang tua murid berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan sosial-emosional anak. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi kesiapan dan empati guru, suasana kelas yang kondusif, serta penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru yang reflektif, empatik, dan responsif menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
Copyrights © 2025