Pendahuluan: Penuaan (aging) merupakan proses biologis kompleks dan multifaktorial yang progresif seiring bertambahnya usia. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan fitoterapi semakin banyak dilirik sebagai strategi untuk memperlambat penuaan. Salah satu polifenol alami yang populer digunakan dalam terapi ini adalah Resveratrol (RES). Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penggunaan RES sebagai intervensi fitoterapi dalam perawatan Anti-Aging (AA) Metode: Tinjauan literatur ini melibatkan enam artikel utama yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Penelurusan ditinjau dengan pendekatan PICOT, melibatkan basis data pada PubMed Central, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diseleksi dengan metode PRISMA. Ditinjau menggunakan kriteria inklusi menggunakan RES sebagai fitoterapi utama, subjek manusia, dengan pengukuran perawatan AA. Pembahasan: RES menunjukkan peran penting dalam peningkatan fungsi mitokondria pada sel, efek aktif antioksidan serta, aktivitas anti-inflamasi. Efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh dosis, populasi target, serta durasi intervensi, dengan hasil paling konsisten pada perempuan pascamenopause dan individu dengan gangguan metabolik ringan hingga moderat. Secara umum aman dikonsumsi dan dapat dikombinasikan dengan antioksidan lain seperti vitamin C, untuk meningkatkan manfaat klinisnya. Simpulan: RES memiliki potensi kuat sebagai agen AA yang konsisten pada berbagai model klinis dan dapat dipertimbangkan sebagai kandidat fitoterapi yang menjanjikan dalam perawatan AA.
Copyrights © 2026