Kadek Wanda Pratiwi Adibrata
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Yoga sebagai Terapi Komplementer dalam Manajemen ADHD: Tinjauan Literatur Ni Putu Nirmala Evelyn; Ni Nyoman Mestri Agustini; Ni Putu Kaori Prajaniti; Putu Rania Apta Savitri; Kadek Wanda Pratiwi Adibrata
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1022

Abstract

Introduction: Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) is the most common neurodevelopmental disorder in children, characterized by symptoms of inattention, hyperactivity and impulsive behaviour. Pharmacological therapy is often used as the primary intervention for ADHD, but it has limitations, particularly regarding side effects. Therefore, complementary approaches such as yoga are increasingly attracting research interest. This study aims to critically evaluate the effectiveness of yoga as a complementary therapy in the management of ADHD in children. Method: This study is a literature review. Article searches were conducted in the PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases using the keywords “Yoga” AND “ADHD” OR “Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder” AND “Children” within year 2015–2025. Included articles were experimental studies involving participants aged 3–17 years who exhibited symptoms or had a diagnosis of ADHD. A total of nine articles met the inclusion criteria. Discussion: Yoga was found to have positive effects in reducing ADHD symptoms, such as improved attention, better emotional regulation, and reduced hyperactivity. Additionally, yoga is generally well-tolerated by children due to its minimal side effects. Conclusion: Yoga shows potential as a safe and effective complementary therapy for managing ADHD in children. However, its effectiveness may be influenced by various factors. Further research with stronger study designs and larger populations is needed to support these findings. Keywords: Yoga, ADHD, children, complementary therapy
Resveratrol sebagai Agen Fitoterapi Dalam Perawatan Anti-Aging: Eksplorasi Bukti Klinis melalui Tinjauan Literatur Kadek Wanda Pratiwi Adibrata; Made Bayu Permasutha; Putu Rania Apta Savitri; Ni Putu Nirmala Evelyn; Ni Putu Kaori Prajaniti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1084

Abstract

Pendahuluan: Penuaan (aging) merupakan proses biologis kompleks dan multifaktorial yang progresif seiring bertambahnya usia. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan fitoterapi semakin banyak dilirik sebagai strategi untuk memperlambat penuaan. Salah satu polifenol alami yang populer digunakan dalam terapi ini adalah Resveratrol (RES). Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penggunaan RES sebagai intervensi fitoterapi dalam perawatan Anti-Aging (AA) Metode: Tinjauan literatur ini melibatkan enam artikel utama yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Penelurusan ditinjau dengan pendekatan PICOT, melibatkan basis data pada PubMed Central, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diseleksi dengan metode PRISMA. Ditinjau menggunakan kriteria inklusi menggunakan RES sebagai fitoterapi utama, subjek manusia, dengan pengukuran perawatan AA. Pembahasan: RES menunjukkan peran penting dalam peningkatan fungsi mitokondria pada sel, efek aktif antioksidan serta, aktivitas anti-inflamasi. Efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh dosis, populasi target, serta durasi intervensi, dengan hasil paling konsisten pada perempuan pascamenopause dan individu dengan gangguan metabolik ringan hingga moderat. Secara umum aman dikonsumsi dan dapat dikombinasikan dengan antioksidan lain seperti vitamin C, untuk meningkatkan manfaat klinisnya. Simpulan: RES memiliki potensi kuat sebagai agen AA yang konsisten pada berbagai model klinis dan dapat dipertimbangkan sebagai kandidat fitoterapi yang menjanjikan dalam perawatan AA.