Al-Qur’an merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang harus dibaca secara fasih sesuai kaidah tajwid. Namun, di kelas I’dad Pondok Pesantren AlQur’an Al-Munawwir Bogor masih ditemukan santri yang mengalami kesulitan dalam kefasihan makharijul huruf dan sifat-sifat huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kitab Al-Jazariyah dalam pembelajaran Al-Qur’an, peningkatan kefasihan bacaan santri, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes bacaan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) implementasi Kitab AlJazariyah dilaksanakan secara sistematis melalui pembelajaran bait-bait Al-Jazariyah yang disertai praktik talaqqi dan musyafahah. Dari 20 santri yang diteliti, 13 santri telah menguasai pembelajaran Kitab Al-Jazariyah dengan baik, sementara 7 santri masih memerlukan pendampingan lanjutan. (2) Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kefasihan pengucapan huruf hijaiyah, baik dari aspek makharijul huruf maupun sifat huruf. Berdasarkan hasil evaluasi, 13 santri mengalami peningkatan kefasihan bacaan Al-Qur’an dan sifat huruf, sedangkan 7 santri belum menunjukkan perkembangan optimal. (3) Keberhasilan pembelajaran didukung oleh metode pengajaran yang tepat dan kompetensi guru, sementara hambatan utama meliputi rendahnya motivasi santri dan perbedaan kemampuan belajar. Hasil korelasi menunjukkan bahwa Dari 20 santri, 13 santri memiliki motivasi dan keseriusan belajar yang tinggi serta mampu mengikuti metode pembelajaran dengan baik didukung oleh kompetensi guru dalam membimbing pembelajaran, sedangkan 7 santri lainnya memiliki motivasi dan keseriusan belajar yang lebih rendah sehingga perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’annya belum optimal. Adapun hasil solusi berdasarkan kondisi 20 santri tersebut yaitu 13 santri yang sudah fasih dalam makhraj huruf dan sifat huruf diberikan penguatan melalui latihan lanjutan, murojaah, dan tutor sebaya, sedangkan 7 santri yang kurang optimal mendapat bimbingan individual, pengulangan materi bertahap, serta motivasi dan evaluasi guru.
Copyrights © 2026