Pesatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong para pelaku usaha untuk lebih cermat dalam memilih bahan baku dan pemasok. Usaha Hasil Boemi, sebagai penyedia sayuran, menghadapi tantangan besar dalam menentukan pemasok sayuran terbaik. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi operasional. Selama ini, keputusan pemilihan pemasok seringkali didasari oleh asumsi yang kurang terukur. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), yang diterapkan dengan bantuan perangkat lunak Expert Choice 11. Metode AHP dipilih karena kemampuannya dalam mendukung keputusan multikriteria, memungkinkan evaluasi komprehensif berbagai pilihan pemasok. Perangkat lunak Expert Choice 11 menjadi alat bantu utama dalam mengimplementasikan metode AHP untuk seleksi pemasok sayuran di Usaha Hasil Boemi. Kriteria yang dipertimbangkan dalam penilaian ini meliputi harga, kualitas, jarak, waktu tempuh, biaya akomodasi, dan pelayanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pemasok Pasar Caringin meraih nilai prioritas global tertinggi, menjadikannya pemasok paling optimal. Faktor utama yang memengaruhi keputusan ini adalah kualitas sayuran dan harga yang kompetitif. Dengan temuan ini, Usaha Hasil Boemi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku dan konsisten dalam menjaga kualitas produknya. Terbukti, metode AHP yang didukung oleh perangkat lunak Expert Choice 11 sangat efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan strategis dalam pemilihan pemasok di industri rumahan.
Copyrights © 2026