Kurikulum Merdeka hadir sebagai bentuk perubahan kebijakan pendidikan yang menuntut adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan pembelajaran di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Meskipun begitu, pelaksanaan Kurikulum Merdeka di lapangan tidak terlepas dari hambatan, baik dalam aspek kelembagaan maupun dalam budaya sekolah yang sudah mengakar. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan kebijakan Kurikulum Merdeka dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN Pelita Bakti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, melalui pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus,data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah dokumen terhadap kepala sekolah, guru, dan perangkat pembelajaran lainnya yang terlibat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari sisi perencanaan, sekolah telah menyusun program kerja secara kolaboratif meskipun pemahaman guru terhadap kurikulum belum merata. Dalam pengorganisasian, upaya pembentukan tim dan pelatihan internal telah dilakukan namun belum optimal. Pada tahap pelaksanaan, sudah mulai diterapkan pembelajaran berdiferensiasi dan proyek penguatan karakter pelajar Pancasila. Sementara dalam aspek pengawasan, refleksi mingguan dan supervisi berjalan, namun masih perlu penguatan instrumen dan tindak lanjut. Implementasi ini menunjukkan kemajuan, meski masih memerlukan dukungan kapasitas guru dan sarana yang memadai.
Copyrights © 2026