Latar Belakang: Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di era kontemporer dituntut untuk berinovasi menciptakan ruang konseling yang terapeutik sekaligus membekali siswa dengan keterampilan hidup, termasuk kewirausahaan. Namun, sering terdapat kesenjangan antara kebutuhan ini dengan keterampilan praktis yang dimiliki. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan Guru BK melalui integrasi terapi sensorial dan kewirausahaan kreatif. Metode: Dilaksanakan workshop partisipatif selama satu hari penuh di Aula SMA Negeri 1 Trenggalek pada 29 Januari 2026, melibatkan 42 Guru BK SMA/SMK/MA se-Kabupaten Trenggalek. Narasumber utama adalah Dr. apt. Teguh Setiawan Wibowo, MM., MBA., M.Si., M.Farm., AIFO, yang memberikan materi holistik berbasis bukti. Metode mencakup sesi teoretis-interaktif, demonstrasi, hands-on practice pembuatan lilin aromaterapi, serta penyusunan rencana aksi dalam kelompok. Kegiatan dirancang untuk memastikan keberlanjutan melalui forum daring dan komitmen monitoring. Hasil: Peserta berhasil menguasai keterampilan teknis dan konseptual pembuatan lilin aromaterapi dengan indikator keberhasilan 100%. Terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman mengenai psikologi aromaterapi dan model bisnis sederhana. Workshop melahirkan enam dokumen rencana aksi konkret untuk diimplementasikan di sekolah, seperti “Proyek BK Corner Aromatherapy” dan “Entrepreneurial Friday”. Terbentuknya komunitas praktisi daring menunjukkan terbangunnya social capital dan sistem dukungan sebaya yang berkelanjutan. Kesimpulan: Workshop ini berhasil membangun kapasitas Guru BK sebagai agent of change yang mengonvergensikan layanan konseling yang inovatif dengan pendidikan kewirausahaan praktis. Model kegiatan ini berpotensi direplikasi sebagai bentuk pengembangan profesi alternatif bagi guru, sekaligus menanamkan benih ekonomi kreatif berbasis kesehatan mental di tingkat sekolah dan komunitas lokal.
Copyrights © 2026