Kesehatan mental, khususnya stres dan depresi, menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama di kalangan usia produktif. Di Indonesia, keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa serta stigma sosial mendorong perlunya pendekatan promotif dan preventif yang mudah diakses masyarakat. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah nutritional psychiatry, yang menekankan peran nutrisi dalam memodulasi fungsi otak dan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental berbasis sains melalui edukasi nutrisi sebagai upaya pencegahan stres dan depresi. Metode yang digunakan adalah workshop edukasi daring dengan pendekatan partisipatif dan interaktif, yang dilaksanakan pada 17 Januari 2026 melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 109 peserta dari berbagai latar belakang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta kuesioner kepuasan untuk menilai kualitas pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 52,4 menjadi 86,7 atau meningkat sebesar 65,5%, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Selain itu, peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dan peningkatan kesadaran akan peran nutrisi dalam menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendorong pemberdayaan individu untuk mengelola stres secara proaktif melalui pendekatan nutrisi. Edukasi nutrisi berbasis sains berpotensi menjadi strategi promotif-preventif kesehatan mental yang mudah direplikasi dan non-stigmatisasi di masyarakat.
Copyrights © 2026