Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan kultural yang kompleks selama masa kerja maupun setelah kembali ke tanah air. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada 21–23 Oktober 2025 mencakup kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong serta penyelenggaraan berbagai webinar edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan PMI dalam mengelola keuangan, merencanakan usaha mandiri, serta memanfaatkan peluang bisnis lintas wilayah. Kunjungan ke KJRI memberikan wawasan tentang dinamika kehidupan PMI, termasuk pemanfaatan waktu luang untuk interaksi sosial dan kegiatan ekonomi kreatif. Sementara itu, webinar pemberdayaan perempuan dan webinar peluang bisnis di Macao–Hong Kong memberikan edukasi praktis bagi PMI untuk mengembangkan potensi usaha pasca pekerjaan formal dan pemahaman literasi finansial. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis data kegiatan, tanggapan peserta, dan rekomendasi dari pemangku kepentingan terkait pemberdayaan PMI. Hasil temuan menunjukkan bahwa intervensi edukatif melalui forum dialog, kolaborasi kelembagaan, dan penyebaran informasi strategis dapat memperkuat kapasitas PMI dalam merancang masa depan yang mandiri secara ekonomi. Implikasi dari kegiatan ini merekomendasikan pengembangan program berkelanjutan yang melibatkan instansi pemerintah, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha untuk memperluas akses informasi, modal usaha, dan jaringan pasar bagi PMI baik di luar negeri maupun setelah pulang ke Indonesia.
Copyrights © 2026