Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (GEDSI) merupakan strategi pembangunan yang bertujuan memastikan keadilan, kesetaraan, dan inklusivitas dalam seluruh siklus pembangunan daerah. Di Provinsi Papua, implementasi GEDSI memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik sosial budaya, geografis, serta konteks Otonomi Khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung implementasi GEDSI melalui model pendampingan perguruan tinggi dalam tata kelola pembangunan daerah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif dan kolaboratif, dengan dosen berperan sebagai unsur perguruan tinggi yang tergabung dalam Tim Teknis Pengarusutamaan Gender Provinsi Papua. Pendampingan dilakukan melalui fasilitasi diskusi kebijakan, konsultasi teknis, penguatan kelembagaan, serta pendampingan penyusunan Laporan Penyelenggaraan GEDSI Provinsi Papua Tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan perguruan tinggi berkontribusi pada peningkatan pemahaman aparatur terhadap GEDSI, penguatan integrasi GEDSI dalam tata kelola pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas substansi Laporan Penyelenggaraan GEDSI. Model pendampingan ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan dan inklusif, khususnya di wilayah otonomi khusus.
Copyrights © 2025