Pemahaman tentang Literasi keuangan anak usia dini di Kelurahan Bugangan masih belum optimal, peran orang tua dan masyarakat yang belum sepenuhnya maksimal dalam memperkenalkan konsep dasar keuangan, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengelola uang secara sederhana. Tujuan dari pemberdayaan ini untuk mengoptimalkan peran orang tua dan kader PKK sebagai penggerak melalui pedoman pembelajaran literasi keuangan berbasis multimodalitas, khususnya untuk anak usia 5-8 tahun sehingga nantinya dapat belajar secara lebih efektif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan partisipatif, penerapan teknologi melalui website pembelajaran (www.literasikeuangananak.com), pendampingan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Peserta kegiatan adalah orang tua dan kader PKK di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dari rata-rata skor 42% (pre-test) menjadi 86% (post-test) dengan peningkatan rata-rata 44%. Peningkatan terjadi pada lima indikator utama: pemahaman konsep dasar literasi keuangan (+40%), prinsip pembelajaran multimodalitas (+57%), peran orang tua (+43%), peran kader PKK (+52%), dan kemampuan menerapkan strategi praktis literasi keuangan (+28%). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan multimodalitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus memperkuat peran strategis orang tua dan kader PKK sebagai fasilitator literasi keuangan anak. Program ini juga berpotensi menciptakan gerakan kolektif dan budaya literasi keuangan sejak dini secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat.
Copyrights © 2025