Abstrak Penelitian ini menganalisis bagaimana program Corporate Social Responsibility (CSR) berkontribusi terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam di Kota Balikpapan, sebuah kota industri yang masih menghadapi ketimpangan akses dan mutu pendidikan. Menjawab keterbatasan bukti empiris tentang mekanisme CSR yang berujung pada luaran pendidikan, studi ini menggunakan desain studi kasus kualitatif pada PT Inkorincorp Velocity. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen, lalu dianalisis dengan analisis tematik yang dipandu perspektif CSR berbasis pemangku kepentingan serta etika Islam ta’awun (tolong-menolong). Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama CSR, yaitu (1) bantuan material (beasiswa, sarana pembelajaran, dan perbaikan fasilitas) dan (2) bantuan non-material (pelatihan peningkatan kompetensi pendidik), yang dijalankan melalui mekanisme pasif (berbasis permohonan lembaga) dan aktif (inisiatif perusahaan). Kombinasi mekanisme tersebut memperkuat akses, kondisi belajar, dan kapasitas guru, sekaligus membangun nilai reputasi perusahaan. Studi ini menawarkan kontribusi konseptual berupa pemetaan jalur mekanisme CSR–pendidikan pada konteks Pendidikan Agama Islam serta implikasi praktis untuk menyelaraskan tata kelola CSR dengan prioritas pendidikan lokal dan kerangka kebijakan. Kata Kunci: CSR; Pendidikan Agama Islam; mekanisme CSR; pengembangan guru; beasiswa; Balikpapan Abstract This study examines how corporate social responsibility (CSR) initiatives contribute to the development of Islamic religious education in Balikpapan, an industrial city where educational inequality remains salient. Addressing limited empirical evidence on the mechanisms through which CSR translates into educational outcomes, the study employs a qualitative case study of PT Inkorincorp Velocity. Data were generated through semi-structured interviews, field observations, and document analysis, and analysed using thematic analysis informed by stakeholder-oriented CSR perspectives and the Islamic ethical principle of ta’awun (mutual assistance). The findings show two dominant CSR streams—(i) material support (scholarships, learning facilities, and infrastructure) and (ii) non-material support (teacher capacity-building programmes)—implemented through passive (institution-request driven) and active (company-initiated) delivery systems. These mechanisms jointly strengthen access, learning conditions, and teacher competence while simultaneously producing reputational value for the firm. The study contributes an integrative mechanism-based account of CSR-to-education pathways within Islamic schooling contexts and offers practical implications for aligning corporate CSR governance with local educational priorities and policy frameworks. Keywords: corporate social responsibility; Islamic education; CSR mechanisms; teacher professional development; scholarships; Indonesia
Copyrights © 2026