Abstract Era digital telah memunculkan ancaman perang informasi yang mengganggu stabilitas politik, sosial, dan keamanan nasional. Indonesia menghadapi tantangan serius berupa disinformasi, polarisasi, dan lemahnya regulasi digital, sehingga menuntut kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan kepemimpinan Indonesia dalam menghadapi perang informasi global serta merumuskan strategi penguatan kepemimpinan digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis normatif dan studi kepustakaan, dengan kerangka teori kepemimpinan transformasional dan perspektif keamanan non-tradisional. Analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan digital di Indonesia masih terbatas akibat rendahnya literasi digital, kapasitas sumber daya manusia yang lemah, dan fragmentasi kebijakan, namun terdapat peluang melalui penguatan regulasi perlindungan data, pembangunan ekosistem literasi digital, dan kolaborasi hexa-helix. Kajian ini menegaskan celah kajian yang masih terbatas dalam mengintegrasikan kepemimpinan digital, kepemimpinan transformasional, dan keamanan non-tradisional dalam konteks resiliensi informasi Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kepemimpinan digital Indonesia terletak pada integrasi visi transformasional, tata kelola inklusif, dan pemanfaatan teknologi modern untuk menjaga kedaulatan informasi serta memperkuat resiliensi nasional.Kata Kunci: kepemimpinan digital, perang informasi, strategi nasional, regulasi, resiliensi. Abstract The digital era has introduced the threat of information warfare that disrupts political, social, and national security stability. Indonesia faces major challenges such as disinformation, polarization, and weak digital regulations, demanding adaptive and visionary leadership. This study analyzes Indonesia’s leadership challenges in dealing with global information warfare and formulates strategies for strengthening digital leadership. It employs a qualitative, literature-based normative analysis framed by transformational leadership theory and the perspective of non-traditional security. The analysis indicates that Indonesia’s digital leadership remains constrained by low digital literacy, weak human resource capacity, and fragmented policies, yet opportunities exist through strengthening data protection and platform accountability, developing a digital literacy ecosystem, and fostering hexa-helix collaboration. Addressing a gap in integrative scholarship, this article links digital leadership, transformational leadership, and non-traditional security to propose a coherent strategy for national information resilience. The study concludes that effective digital leadership lies in integrating a transformational vision, inclusive governance, and modern technology to safeguard information sovereignty and reinforce national resilience.Keywords: digital leadership, information warfare, national strategy, regulation, resilience
Copyrights © 2026