Penelitian ini mengkaji pengaruh modal sosial, akses terhadap bantuan bisnis, dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja startup tahap awal di Indonesia. Menggunakan desain penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dari 175 pendiri startup melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja startup, menyoroti pentingnya jaringan, kepercayaan, dan hubungan relasional dalam mendukung pengembangan bisnis tahap awal. Akses terhadap bantuan bisnis, termasuk mentoring, pelatihan, dan dukungan institusional, juga secara signifikan meningkatkan kinerja startup dengan meningkatkan kemampuan manajerial dan mengurangi ketidakpastian. Orientasi kewirausahaan—yang diwakili oleh inovasi, proaktif, dan pengambilan risiko—muncul sebagai prediktor terkuat kinerja startup. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kinerja startup pada tahap awal dibentuk oleh interaksi antara kemampuan kewirausahaan internal dan sumber daya relasional dan institusional eksternal. Studi ini berkontribusi pada literatur kewirausahaan dengan menyediakan bukti empiris dari konteks ekonomi emerging dan menawarkan implikasi praktis bagi pendiri startup, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan ekosistem dalam memperkuat kinerja dan keberlanjutan startup pada tahap awal di Indonesia.
Copyrights © 2026