Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal diinternalisasikan dalam implementasi Merdeka Belajar di SMA Negeri 2 Tilamuta, meliputi penerapannya dalam pembelajaran, pengelolaan, dan evaluasi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis dengan kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal seperti Tolopani, Pohutu Motimamango/Langgo, Huyula Ambu, Tari Saronde, Pogogulila Lo Lipu, Mo Dua Ngaamila, dan Walima—yang memuat nilai moral, adat, gotong royong, seni-budaya, sejarah, dan religi—diformulasikan bersama guru dan staf, lalu disosialisasikan. Internalisasi dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogis dan sosial guru, serta tertanamnya nilai budaya pada siswa yang tercermin dalam karakter positif, kebanggaan terhadap identitas daerah, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial-budaya.
Copyrights © 2025