Penelitian ini menganalisis konstruksi teologi moderat dalam Islam melalui paradigma wasathiyyah sebagai kerangka keseimbangan akidah menghadapi tantangan polarisasi pemikiran keagamaan kontemporer. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, penelitian ini mengeksplorasi evolusi konseptual wasathiyyah dari era klasik hingga kontemporer, prinsip-prinsip keseimbangan teologis, serta aplikasinya dalam mengatasi ekstremisme dan liberalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wasathiyyah merupakan sistem konseptual komprehensif yang mengintegrasikan dimensi epistemologis, ontologis, aksiologis, dan metodologis dengan prinsip tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal sebagai fondasi keseimbangan akidah. Paradigma ini menawarkan sintesis dialektis antara kearifan tradisi dan tuntutan modernitas, memungkinkan umat Islam mempertahankan identitas teologis sambil responsif terhadap pluralisme. Relevansi wasathiyyah terbukti signifikan dalam pendidikan Islam, transformasi pesantren, dan pembentukan kesadaran teologis moderat yang inklusif namun tetap berpegang pada fondasi akidah sahih. Penelitian merekomendasikan revitalisasi pendidikan Islam berbasis wasathiyyah melalui integrasi kurikulum, penguatan literasi keagamaan, dan pengembangan dialog antarumat sebagai strategi membentuk generasi Muslim moderat, toleran, dan berkeadaban dalam konteks kebangsaan Indonesia.
Copyrights © 2026