Paparan asap rokok pasif (secondhand smoke) merupakan faktor risiko lingkungan yang berkontribusi terhadap terjadinya gangguan paru pada dewasa non-perokok, khususnya dalam lingkungan keluarga. Tingginya prevalensi perilaku merokok di dalam rumah menyebabkan paparan kronik terhadap berbagai zat toksik yang berdampak negatif pada sistem pernapasan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara paparan asap rokok pasif dan risiko gangguan paru pada dewasa non-perokok dalam lingkungan keluarga. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif terhadap publikasi nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir yang membahas dampak paparan asap rokok pasif terhadap fungsi paru dan penyakit paru kronik pada dewasa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa paparan asap rokok pasif berhubungan dengan penurunan fungsi paru, peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronik, asma dewasa, gangguan respirasi kronik, serta kanker paru pada non-perokok. Lingkungan rumah merupakan sumber utama paparan yang bersifat berulang dan jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan kesehatan keluarga melalui edukasi dan penerapan kebijakan rumah bebas asap rokok menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan gangguan paru pada dewasa non-perokok.
Copyrights © 2026