Latar Belakang: Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang dapat berdampak negatif terhadap kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat. Tuntutan kerja tinggi, sistem shift, serta beban emosional dari pasien dan keluarga dapat memengaruhi kinerja jika tidak dikelola dengan baik.Tujuan: Mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat rawat inap di RS Hermina Karawang tahun 2025.Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel adalah seluruh perawat rawat inap sebanyak 31 orang yang diambil dengan total sampling. Stres kerja diukur menggunakan DASS-21, sedangkan kinerja dinilai melalui Key Performance Indicators (KPI) rumah sakit. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test.Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres ringan (90,3%) dan sebagian kecil stres berat (9,7%). Sebanyak 71,0% perawat memiliki kinerja baik. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat (p=0,195). Namun, perawat dengan stres berat memiliki risiko 2,6 kali lebih besar untuk memiliki kinerja tidak baik dibandingkan perawat dengan stres ringan (PR=2,667; 95% CI: 0,956–7,43).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat rawat inap. Faktor lain seperti kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja kemungkinan lebih berperan. Dukungan organisasi dan pelatihan manajemen stres direkomendasikan.
Copyrights © 2026