Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Framing Improvement of Emergency Services RSKJ Soeprapto Hospital with Lean and WAM Modification Erlina Puspitaloka Mahadewi; Ade Heryana; Fori Yumita; Mulyo Wiharto; Lia Amalia
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 3 (2021): May 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i3.220

Abstract

The present study reports the first comprehensive research on covid19 emergency services model. Healthcare services inside hospitals during pandemic can apply the Lean Hospital and Waste Assessment Model (WAM) modification, which is a new method that can be used to identify waste in the hospital service process flow and operational of emergency service. The purpose of this study is to provide recommendations for improving emergency services in the covid19 era. The method used in this research is a descriptive qualitative analysis carried out through observing the service flow of patients who will be hospitalized from the emergency, confirming the service flow by in-depth interviews and looking at secondary data and giving a questionnaire on a modification of eight waste relationship at 15 persons expert who understands the emergency service process. The results showed that the critical waste of emergency services at RSKJ Soeprapto hospital is a waste of human skills of 17.5%. The reasons for the emergence above are because the covid19 team has not yet been formed, the absence of special officers to conduct primary triage before the patient enters the emergency unit, and many officers who do not understand the flow of emergency services in the covid19 pandemic era. In order to improve hospital services in the future, it is necessary to form a covid19 team, to develop a standard emergency service guide, to conduct continuous socialization to all the hospital staff through education and training programs, which are recommendations for improving emergency services at RSKJ Soeprapto Hospital Bengkulu in the pandemic era and new normal preparation.
Evaluasi Usability Electronic Integrated Antenatal Care (e-iANC) Hosizah Hosizah; Fachmi Tamzil; Mulyo Wiharto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.227

Abstract

AbstractElectronic Integrated Antenatal Care (e-iANC) is a web-based application that can be used by midwives in antenatal care (ANC) data and information management. Currently, e-iANC is being developed so that it can be used in the public primary healthcare at sub-district level. To ensure that e-iANC is used by end users, it was needed to test e-iANC using the System Usability Scale (SUS) instrument. The e-iANC test had been conducted in a structured and accurate manner by using SUS’ ten statements on 22 purposive samples. The results obtained were 83.1 scores, which means that the e-iANC application was declared acceptable (acceptable) and good ratings in grade A and B. The e-iANC application could be developed and used as a tool for midwives in ANC.Keyword: Electronic Integrated Antenatal Care, e-iANC, System Usability Scale (SUS), midwifeAbstrakElectronic Integrated Antenatal Care (e-iANC) merupakan aplikasi berbasis web yang dapat digunakan bidan dalam manajemen data dan informasi pelayanan antenatal (ANC). Saat ini e-iANC sedang dikembangkan agar dapat digunakan dalam lingkup lebih luas yaitu di puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatan. Untuk menjamin e-iANC dapat dimanfaatkan bidan sebagai pengguna akhir diperlukan pengujian menggunakan SUS’s instrument (System Usability Scale). Pengujian e-iANC telah dilaksanakan secara sistematis dan terukur secara akurat menggunakan 10 pernyataan untuk menilai sampel sebanyak 22 orang yang diambil secara purposive. Hasil pengujian e-iANC diperoleh skor penilaian 83,1 yang berarti aplikasi e-iANC acceptable atau dapat diterima pengguna akhir dan dalam grade A dan B dengan rating excellent. Hal ini berarti aplikasi e-iANC dapat terus dikembangkan dan dijadikan alat bantu bidan dalam melakukan ANC.Kata Kunci: Electronic Integrated Antenatal Care, e-iANC, System Usability Scale (SUS), bidan 
Hubungan Kelelahan Dengan Terjadinya Keluhan Stres Kerja Pada Pramudi Bus Transjakarta Koridor 8 di SBU Perum Damri Tahun 2014 Nurchasanah Nurchasanah; IGK Wijasa; Mulyo Wiharto
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 2, No 1 (2014): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.601 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v2i1.99

Abstract

AbstrakPendahuluan:Salah satu elemen terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sangat melekat dalam bidang transportasi adalah kelelahan pengemudi. Stres di tempat kerja menjadi persoalan yang serius bagi perusahaan karena dapat menurunkan kinerja karyawan dan perusahaan. Tujuan:Mengetahui dan Menganalisis hubungan antara kelelahan dengan terjadinya keluhan stres kerja pada pramudi bus transjakarta koridor 8 di SBU PERUM DAMRI tahun 2014. Metode Penelitian:Desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pramudi bus transjakarta koridor 8 yang berjumlah 38 orang. Pengambilan sampel menggunkan teknik sampling jenuh. Dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil:Untuk distribusi skor kelelahan pramudi bus sebanyak 5 orang (13.2%) mendapatkan skor dibawah rata-rata <60 yaitu tidak mengalami kelelahan, sedangkan 33 (86.8%) orang lainnya mendapatkan skor diatas rata-rata >60 yaitu mengalami kelelahan. Dan distribusi stres kerja pramudi sebanyak 17 orang (44.7%) mendapatkan skor <15 dibawah rata-rata skor stres. Sedangkan 21 orang (55.3%) mendapatkan skor diatas rata-rata >15 mengalami stres kerja. Uji korelasi didapatkan r sebesar 0.559 yaitu tingkat korelasi sedang. Dan sifat hubungan positif (searah). Nilai P value sebesar 0.000 < 0.05 maka ada hubungan yang signifikan antara kelelahan dengan terjadinya keluhan stres kerja pada pramudi bus transjakarta koridor 8. Hasil uji t menyatakan bahwa t hitung > t tabel (1.73 > 1.684) bermakna bahwa ada hubungan yang bermakna antara kelelahan dengan stres kerja pramudi bus transjakarta.Kata kunci: kelelahan, stres kerja, pramudi bus
Pemberdayaan Guru Dengan Postural Control Dan Critical Learning Dalam Pembelajaran Online Jerry Maratis; Alfian Alfian; Mulyo Wiharto; Ainur Rosyid
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 2 Vol 5 Juli 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.766 KB)

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk pemberdayaan guru denganmemberikan edukasi dan penerapan postural control yang baik dan menambahwawasan terhadap evaluasi pembelajaran online, serta dengan penambahanedukasi konsep critical learning, senam rhythmic auditory stimulation (RAS) dansenam otak. Lingkup pengabdian masyarakat ini dikhususkan pada guru-guru diSMPIT Ummu’l Quro Depok. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi danpraktik dengan postural control dan critical learning, evaluasi pembelajaran onlinedan senam RAS dan senam otak. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukanmeliputi edukasi, praktik dengan pendampingan senam RAS dan senam otak.Evaluasi kegiatan yang digunakan adalah aspek pengetahuan dan keterampilan.Kemampuan guru-guru dalam memahami materi dan mempraktikkan senam RASdan senam otak didapat hasil 90% para guru dapat memahami materi yangdiberikan oleh penyaji dan dapat mempraktikkannya dengan baik dengan nilairata-rata dari nilai 60 saat pre-test menjadi 80 saat post-test. Kesimpulan PKM iniadalah adanya peningkatan pengetahuan postural control, critical learning dalampembelajaran online, dan keterampilan para guru tentang senam RAS dan senamotak
Efforts to Maintain Health by Implementing Six Step Handwashing for Middle School Students Mulyo Wiharto; Sumartono Sumartono; Jerry Maratis
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 5 (2023): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i5.3195

Abstract

Efforts to maintain health can be carried out with a clean and healthy lifestyle, including by washing hands 6 steps. Hands are the medium that transmits disease the most, so they must always be clean by washing hands in the 6 steps. The six steps to washing your hands start with pouring soap into your palms, rubbing your palms together, rubbing the back or back of your hands, rubbing between your fingers, rinsing off the soap and drying your hands. The results of observations in the classroom action research on 21 respondents consisting of junior high school students in Bekasi concluded that the majority of respondents (66.67%) had carried out the 6 steps of hand washing correctly. The results of observations of step-by-step hand washing stated that most respondents (72.79%) did the 6-step hand washing properly, in fact all respondents (100%) had carried out step 1 or step 1, namely pouring soap on their palms before washing. Hand. The quality of the implementation of the 6-step hand washing which was mostly good was made possible by the information obtained in the counseling conducted before the respondents carried out the practice of hand washing. The quality of the implementation of the 6-step hand washing which was mostly good was also made possible by the condition of the respondents who were mostly or 85.71% were women
PENYULUHAN BUDAYA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN POTENSI GENERASI MUDA MENUJU DESA WISATA YANG MANDIRI Malabay, Malabay; Kartini, Kartini; Fuad, Ahmad; Wuryan, Sophiyanto; Wiharto, Mulyo; Idris, Irdanuraprida; Sadikin, Irma Savitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i05.7673

Abstract

Di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, diadakan diskusi dengan kepala desa dan anggota staf mengenai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan diskusi yaitu meningkatkan potensi generasi muda dengan berbagi pengetahuan atau transfer pengetahuan tentang budaya digital. Ini akan mencakup peningkatan keterampilan dan pengetahuan melalui penggunaan teknologi informasi, seperti hardware dan software, dan menciptakan karya kreatif. Metode tatap muka dan diskusi aktif meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Hasil dari pengetahuan dan kemampuan Generasi Muda tentang cara menggunakan teknologi informasi, seperti hardware dan software, untuk membuat karya atau produk bernilai yang kreatif dan inovatif berbasis digital, melakukan manajemen pemasaran berbasis digital dan serta kemampuan berbahasa Inggris praktis.
Disease Transmission Prevention Management of Washing Hands with Soap for Students: Case Study at the University of Jakarta, Indonesia Wiharto, Mulyo; Puspitaloka Mahadewi, Erlina; Maratis, Jerry; Firmansyah, Agus
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 5 (2023): September 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i5.849

Abstract

The present study reports the first comprehensive study on management preventing efforts on disease transmission has been carried out by washing hands with soap since hands are the most transmittable disease medium. Hands should always be clean by using washing hands with soap (CTPS) following to the correct steps. Before practicing CTPS, respondents were given counseling about hand washing by carrying out 7 steps of washing hands starting with rubbing the palms, back of the hands, between the fingers, closing the right and left fingertips, rubbing the thumbs, cleaning the fingertips then ending by wiping the wrists, rinse with water and dry. The results of observations in class action research on 47 respondents that are university students in Jakarta Indonesia concluded that most respondents (59.57%) had practiced CTPS correctly. The results of the observations of the CTPS steps or steps can showed that most respondents (86.02%) have carried out these steps, in fact all respondents have carried out step 1 and step 7 correctly. The quality of the implementation of the CTPS steps, which were mostly good, was made possible by the educational factors possessed by the respondents and the information obtained during the counseling before the respondents carried out the CTPS practices. The good quality of the implementation of the CTPS steps was also made possible that most of the respondents around 74.47% were women.
PKM Implementasi Aplikasi Asesmen Profil Kepemimpinan Pembelajaran Untuk Pendidikan Berkelanjutan Menuju Profesionalisme Guru Susanto, Ratnawati; Yulhendri; Mulyo Wiharto
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i3.84160

Abstract

Kesulitan guru untuk mempersiapkan kemapanan karir secara berkualitas dalam peran mengajar, belajar dan berkarya sesuai dengan kebutuhan, tuntutan dan tantangan kebijakan Platform Merdeka Mengajar (PMM), kebutuhan pelatihan, kebutuhan pengukuran kinerja serta pencapaian visi misi sekolah dengan keunggulan pembelajaran yang memastikan layanan pendidikan untuk pembentukan kecerdasan, bakat dan minat siswa. Profesionalisme guru melalui pendidikan berkelanjutan menjadi pilar penyelenggaraan. Kegiatan PKM menyikapinya dengan 3 bidang fokus kebutuhan: manajemen pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi pendidikan, serta bidang Kesehatan, gizi dan hidup bersih.  Sasaran: kepala sekolah, guru, orang tua dan peserta didik baru kelas 1 berfokus pada cara inovatif dan kreatif guru dalam menentukan strategi peningkatan manajemen frame work life cycle dan kepemimpinan pembelajaran. Metode pelaksanaan: Pre-Post test, diskusi, sosialisasi, coaching, praktek, observasi, pelatihan, dengan 5 tahap: Pra Pengkondisian, Sosialisasi, Pelatihan dan Penerapan Teknologi, Pendampingan dan evaluasi, dan Keberlanjutan Program.  Tingkatan efektifitas capaian hasil PKM: (1) Pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan pembelajaran dan Manajemen Karir Guru sebesar 89%, (2) Transformasi digital sebesar 100%, (3) Pengetahuan dan perilaku kesehatan, gizi dan hidup bersih siswa dan orang tua sebesar 85%, (4) 96% hasil umpan balik menyatakan program pemberdayaan mengatasi permasalahan. Kesimpulannya, Program PKM dapat dinyatakan efektif mengatasi permasalahan Kombel.
MENYAJIKAN PRESENTASI DALAM BENTUK VIDEO UNTUK BAHAN AJAR DENGAN MICROSOFT POWER POINT Malabay Malabay; Mulyo Wiharto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April-Juni 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i2.206

Abstract

Kegiatan P2M merupakan unsur yang wajib dilaksanakan. Mewujudkan hal tersebut maka kegiatan menggunakan metode pelatihan atau penyuluhan secara webinar atau tatap maya dengan tahapan berupa mempersiapkan materi Sharing Knowledge; Kegiatan Diskusi dan Refleksi bersama TIM P2M.
The Relationship Between Motivation and Nurses’ Performance in the Inpatient Unit of Ananda Hospital Bekasi in 2025 Yuliyana, Nurul Mega; Wiharto, Mulyo
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 06 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, September - October (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the relationship between motivation and the performance of nurses in the inpatient unit of Ananda Hospital Bekasi. Motivation is a crucial factor influencing how health workers deliver quality services, particularly in hospital settings where patient care requires dedication, responsibility, and professional skills. A quantitative analytic design with a cross-sectional approach was applied, allowing data on motivation and performance to be examined simultaneously. Data were collected using validated questionnaires and structured performance assessments, ensuring reliability in measuring both variables. Statistical analysis demonstrated a significant association between motivation and nurse performance, indicating that higher levels of motivation are linked with better work outcomes. These findings highlight the importance of strengthening intrinsic and extrinsic motivation through organizational support, recognition, fair rewards, and professional development opportunities. The results contribute to managerial strategies aimed at improving health service quality by fostering motivated and high-performing nursing staff.