Rinitis alergi dapat mengakibatkan ekstravasasi eosinofil ke saluran pernafasan yang mengakibatkan terjadinya remodelling jaringan yang merusak fungsinya. Terapi farmakologi untuk pasien rinitis alergi adalah menggunakan antihistamin. Dibutuhkan terapi komplementer seperti irigasi nasal untuk meningkatkan kualitas hidup penderita rinitis alergi. Tetapi, masih sedikit penelitian yang meneliti pengaruh irigasi nasal sebagai terapi komplementer pada pasien rinitis alergi, khususnya terhadap jumlah eosinofil mukosa hidung. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Kelompok intervensi terdiri dari 15 responden melakukan irigasi nasal 3 kali sehari selama 14 hari dan diberikan antihismain. Sedangkan, kelompok kontrol 15 responden hanya diberikan antihistamin untuk 14 hari. Data hasil dianalisis menggunakan SPSS. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk dan homogenitas menggunakan Levene. Didapatkan data tidak normal dan tidak homogen. Selanjutnya uji bivariat menggunakan non-parametrik Mann Whitney menunjukkan nilai p 0,016 (p<0,05) yang artinya irigasi nasal berpengaruh menurunkan jumlah eosinofil mukosa hidung pasien rinitis alergi. Perbandingan median kelompok intervensi dan kontrol adalah sama. Dari hasil penelitian ini disimpulkan penggunaan irigasi nasal sebagai terapi komplementer antihistamin dengan durasi 2 minggu memiliki pengaruh terhadap jumlah eosinofil mukosa hidung pada pasien rinitis alergi.
Copyrights © 2026