Paparan monosodium glutamat (MSG) diketahui dapat menurunkan kualitas sperma melalui peningkatan stres oksidatif, yang berdampak pada penurunan viabilitas spermatozoa. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi memberikan efek protektif terhadap sistem reproduksi pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap viabilitas spermatozoa pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi MSG. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group. Sebanyak 20 ekor tikus jantan galur wistar dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok sehat, kelompok kontrol negatif yang diberi MSG, serta dua kelompok perlakuan yang diberi MSG dan ekstrak daun kelor dengan dosis 175 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB. Pemberian MSG dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MSG menurunkan viabilitas spermatozoa secara signifikan. Pemberian ekstrak daun kelor pada kelompok perlakuan meningkatkan viabilitas spermatozoa dibandingkan kelompok yang hanya diberi MSG, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Dosis 350 mg/kgBB menunjukkan efek protektif yang lebih baik dibandingkan dosis 175 mg/kgBB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi meningkatkan viabilitas spermatozoa pada tikus jantan yang diinduksi monosodium glutamat (MSG). Selain itu, ekstrak daun kelor berpotensi dikembangkan sebagai agen protektif alami terhadap gangguan sistem reproduksi akibat paparan MSG.
Copyrights © 2026