Aktivitas antropogenik di sepanjang Sungai Batanghari, seperti pertanian, perkebunan kelapa sawit, permukiman, dan kegiatan pertambangan, berpotensi menurunkan kualitas air sungai dan meningkatkan risiko pencemaran mikrobiologis. Kondisi ini berdampak pada kualitas air baku yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas bakteriologis air PDAM Tirta Muaro Jambi Unit Pelayanan Mendalo dengan menggunakan bakteri coliform sebagai indikator pencemaran. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengujian bakteriologi di laboratorium. Sampel air diambil secara purposive dari sepuluh titik distribusi PDAM pada kawasan permukiman, kemudian dianalisis menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel terdeteksi mengandung bakteri coliform dengan nilai berkisar antara 2–79 MPN/100 mL, yang melampaui baku mutu kualitas air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Temuan ini menunjukkan bahwa air PDAM Tirta Muaro Jambi Unit Pelayanan Mendalo belum memenuhi persyaratan bakteriologis untuk dikonsumsi secara langsung, sehingga diperlukan peningkatan efektivitas pengolahan air, pemeliharaan jaringan distribusi secara berkala, serta penerapan higiene dan sanitasi secara berkelanjutan, selanjutnya disarankan melakukan pengolahan air terlebih dahulu dengan perebusan hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
Copyrights © 2026