Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 menjadi momentum penting bagi keterlibatan politik Generasi Z sebagai kelompok pemilih terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi, faktor yang memengaruhi, serta dinamika perilaku politik Gen Z dalam proses pemilu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi literatur, dan survei daring kepada responden berusia 17–26 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya berpartisipasi secara elektoral melalui penggunaan hak pilih di TPS, tetapi juga aktif dalam aktivitas politik digital seperti diskusi daring, kampanye media sosial, dan penyebaran informasi politik. Faktor penggerak partisipasi mereka meliputi pengaruh keluarga dan teman sebaya, literasi politik digital, paparan media sosial, serta kesadaran diri sebagai warga negara. Namun, tingginya arus informasi di dunia digital juga menimbulkan tantangan berupa misinformasi, polarisasi, dan rendahnya kedalaman pemahaman politik. Studi ini menyimpulkan bahwa Gen Z memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam demokrasi Indonesia, terutama jika didukung oleh penguatan literasi politik, ekosistem digital yang sehat, serta lingkungan pendidikan yang mendukung partisipasi politik kritis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026