Latar Belakang: Salah satu upaya dalam manajemen bencana yaitu dengan meningkatkan kesiapasiagaan menghadapi bencana melalui peningkatan kapasitas dan pemberdayaan remaja di lingkungan masyarakat. Peningkatan kesiapsiagaan remaja dapat dilakukan melalui edukasi kebencanaan dan cara penanganan korban bencana sehingga remaja dapat memegang peranan penting dalam penyelamatan hidup dan perlindungan dirinya, keluarga maupun masyarakat Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kontribusi positif remaja dalam kesiapsiagaan dan penanganan henti jantung pada korban bencana Metode: Metode pelaksanaan dengan problem based learning dan ICT (Information and Communication Technology). Hasil: terjadi peningkatan pengetahuan dan perilaku remaja kesiapsiagaan dan penanganan henti jantung pada korban bencana, dengan hasil pre-post test dari nilai rata-rata 62,3 meningkat menjadi nilai rata-rata 85,52. Kesimpulan: hasil perubahan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh meningkat sehingga remaja dapat menjadi inisiator, penolong dan sumber daya jika suatu saat terjadi suatu kebencanaan baik untuk dirinya, keluarganya maupun di lingkungannya.
Copyrights © 2026