Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki risiko tinggi terjadinya penularan penyakit, terutama pada area rawat inap. Pengunjung yang datang tanpa pemahaman risiko yang cukup dapat menjadi sumber maupun sasaran penularan, terutama jika tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Persepsi risiko berperan penting dalam mendorong perilaku kepatuhan individu terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi risiko dengan kepatuhan protokol kesehatan pada pengunjung rawat inap di RSU Mitra Sejati Medan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 76 orang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi risiko tinggi (60,5%) dan menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap protokol kesehatan (63,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi risiko dengan kepatuhan protokol kesehatan (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi dan komunikasi risiko kepada pengunjung rumah sakit sebagai upaya pencegahan penularan infeksi. Strategi komunikasi yang tepat akan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan
Copyrights © 2025