Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi konsentrasi aktivator H2SO4 terbaik untuk mengaktivasi bioadsorben pelepah kelapa sawit dengan konsentrasi aktivator 20%, 25% dan 30%. Bioadsorben diaplikasikan terhadap limbah cair pabrik kelapa sawit di draft akhir kolam limbah. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (rancangan acak lengkap) non faktorial dengan 4 taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan morfologi yang diuji dengan SEM untuk aktivator H2SO4 30% terbentuk pori-pori lebih banyak dan lebih besar serta merata dibandingkan dengan bioadsorben yang tidak diaktivasi. Variasi kosentrasi terbaik untuk aktivasi bioadsorben adalah konsentrasi 30% dengan rata-rata nilai COD limbah 11.735 mg/L dan pH rata-rata 5,9.
Copyrights © 2026