Latar Belakang: Frozen shoulder adalah gangguan yang terjadi di area bahu berupa kekakuan dan nyeri. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan gerakan bahu sehingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali, nyeri pada bahu yang muncul perlahan dan terasa pada otot deltoid, serta ketidakmampuan untuk tidur miring ke sisi lain sehingga terjadi pembatasan gerakan aktif dan pasif. Nyeri yang akan mengganggu tubuh pasien yang menderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Frozen Shoulder. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Dengan desain penelitian pre-test post-test dua kelompok digunakan untuk membandingkan dua kelompok intervensi. Dan menggunakan SPADI sebagai alat untuk mengukur tingkat kemampuan fungsional. Frekuensi latihan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Analisis pengaruh menggunakan uji t sampel berpasangan pada kelompok perlakuan 1 dan 2. Uji t berpasangan pada latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka memperoleh nilai yang sama, yaitu P=0,000 (P0,05) yang berarti terdapat pengaruh kemampuan fungsional sebelum dan sesudah perlakuan. Sementara itu, dari hasil uji menggunakan uji t independen, diperoleh nilai p=0,609 (P0,05), yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita frozen shoulder. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada penderita frozen shoulder. Saran: Tingkatkan jumlah sampel dan waktu penelitian
Copyrights © 2025