Burung menjadi salah satu bioindikator penting dalam kualitas lingkungan, dengan preferensi habitat spesifik yang memengaruhi komposisi komunitasnya di setiap lanskap. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi spesies burung, meliputi penentuan komposisi spesies burung dan faktor lingkungan yang mendukung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang spesies burung yang dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2025 menggunakan metode Indices Ponctuels d’Abondence (IPA) count pada pagi dan petang untuk mengumpulkan data primer. Hasil penelitian menemukan total 24 spesies burung dari 17 famili. Habitat hutan rawa galam memiliki kekayaan spesies lebih tinggi dengan ditemukannya 17 spesies, sedangkan pada habitat sawah ditemukan 12 spesies. Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik hutan rawa galam yang memiliki struktur vegetasi lebih kompleks, sehingga menyediakan relung ekologis yang beragam untuk mencari makan, berlindung, dan berkembang biak, sementara habitat sawah cenderung lebih homogen. Dari total spesies yang ditemukan, 14 spesies di antaranya berstatus dilindungi menurut PP No. 7 Tahun 1999 dan satu spesies, Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus), berstatus Rentan (Vulnerable) menurut IUCN
Copyrights © 2025