Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengajian Aisyiyah sebagai wahana dakwah komunitas sekaligus sarana pemberdayaan perempuan Muhammadiyah di Desa Moncongkomba. Pengajian diposisikan tidak hanya sebagai forum pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang transformasi sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan kepemimpinan perempuan. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif-kualitatif dengan desain studi kasus pengabdian, yang menempatkan kader dan jamaah Aisyiyah sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara informal, diskusi kelompok, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif-reflektif untuk menggambarkan proses, partisipasi, dan dampak penguatan pengajian. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penguatan pengajian dilakukan melalui pembinaan kader dakwah, pembaruan metode penyampaian materi keagamaan, pemanfaatan media digital sederhana, serta integrasi program pemberdayaan sosial dan ekonomi. Pengajian berfungsi efektif sebagai media dakwah bil lisan dan dakwah bil hal yang mendorong peningkatan kesadaran keagamaan, kemandirian, dan partisipasi aktif perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor pendukung utama meliputi dukungan organisasi Muhammadiyah, tokoh masyarakat, dan keterlibatan jamaah, sementara keterbatasan dana, regenerasi kader muda, serta literasi digital menjadi tantangan yang perlu ditindaklanjuti. Secara keseluruhan, pengajian Aisyiyah terbukti berkontribusi nyata dalam membangun model dakwah berbasis pemberdayaan perempuan yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat lokal.
Copyrights © 2026