Pertandingan pencak silat pada kategori remaja, teknik jatuhan penting untuk dalam meraih poin tinggi. Tetapi sering tidak efektif saat digunakan, karena kurangnya data objektif mengenai teknik-teknik. Analisis ini dilakukan untuk mengoptimalkan strategi latihan, mengurangi cedera, dan meningkatkan prestasi atlet kelas D pada open tournament. Penelitian ini urgensi untuk mengetahui teknik jatuhan mana yang paling efektif yang terdiri dari teknik sapuan, teknik bantingan, teknik guntingan, dan teknik tarikan. Analisis ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui observasi pertandingan. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi pertandingan yang menggunakan form penilaian. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 8 orang atlet remaja putra kategori tanding kelas D (51- 55 kg) dengan total 7 pertandingan yang dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertandingan terhadap teknik jatuhan yang terdiri dari 4 jenis yaitu, teknik sapuan, teknik bantingan, teknik guntingan, dan teknik tarikan. Secara keseluruhan terdapat urutan teknik yang paling efektif, yaitu teknik tarikan dengan jumlah 87 poin (57%) yang sah dan 45 poin (29%) dinyatakan tidak sah, kemudian teknik bantingan dengan jumlah 15 poin (10%) yang sah, diikuti teknik guntingan dengan jumlah 6 poin (4%)yang sah, dan teknik sapuan tidak memperoleh hasil. Selain mendapatkan poin, teknik-teknik sulit diterapkan jika tidak dikuasai dengan baik dan berisiko cedera. Teknik tarikan terbukti paling efektif, sehingga direkomendasikan sebagai fokus utama, analisis ini berkontribusi memberikan data yang objektif untuk pelatih dalam merancang program latihan teknik jatuhan, meningkatkan performa atlet remaja dan mengurangi risiko cedera pada pencak silat.
Copyrights © 2026