Sektor perhotelan bergantung pada kekuatan narasi untuk membangun citra dan daya tarik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan metafora konseptual dalam teks promosi Ta’aktana Resort & Spa Labuan Bajo pada laman website resminya. Penggunaan metafora menjadi penting dalam industri ini karena sifat jasa pariwisata yang bersifat intangible (tidak berwujud), sehingga diperlukan strategi kebahasaan yang mampu membangun realitas visual kepada calon konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka teori Metafora Konseptual dari Lakoff dan Johnson (1980) serta klasifikasi ranah sumber berdasarkan Hierarki Haley. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat ranah sumber yang digunakan dalam narasi promosi, yaitu ranah manusia, binatang, makhluk hidup, dan benda mati. Penggunaan metafora seperti embrace, spider web, rooted, dan portal terbukti tidak hanya berfungsi sebagai hiasan bahasa, tetapi sebagai instrumen kognitif yang mengubah konsep abstrak seperti "kemewahan" dan "budaya" menjadi gambaran pengalaman yang hidup. Dapat disimpulkan bahwa metafora berperan vital dalam menjembatani jarak antara fasilitas fisik dan imajinasi konsumen, yang pada akhirnya memperkuat strategi persuasi dan identitas unik resort tersebut.
Copyrights © 2025