Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang mengancam kualitas hidup masyarakat dan efisiensi mobilitas di Kota Bandung, khususnya pada koridor Jalan Setiabudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kemacetan berdasarkan lima aspek utama yang saling berkaitan, yaitu infrastruktur, sistem transportasi umum, manajemen lalu lintas, kondisi sosial dan spasial, serta kebijakan transportasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan pemetaan spasial menggunakan sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan di Jalan Setiabudi disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk penyempitan jalan, kurangnya fasilitas pendukung, transportasi umum yang tidak terintegrasi, lemahnya penegakan hukum, serta tata guna lahan yang tidak tertata secara optimal. Implementasi kebijakan transportasi juga belum mampu merespons kebutuhan aktual di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya penanganan kemacetan membutuhkan pendekatan integratif berbasis spasial dan lintas sektor. Rekomendasi yang diajukan mencakup pembangunan jalan layang atau terowongan pada titik kemacetan serta penyediaan gedung parkir di lokasi strategis. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan transportasi perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026