Kemiringan lereng merupakan faktor geomorfologis penting yang memengaruhi perkembangan tanah dan pola sebaran vegetasi di kawasan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis secara komprehensif bagaimana kemiringan dan posisi lereng memengaruhi sifat fisik dan kimia tanah di area perkebunan teh; 2) mengevaluasi bagaimana variasi sifat tanah tersebut berkorelasi dengan pola sebaran vegetasi; dan 3) menginterpretasikan interaksi antara topografi, tanah, dan vegetasi sebagai representasi karakteristik lahan secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan di Kebun Teh Wonosari, Malang, Jawa Timur, sebagai dasar karakterisasi lahan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif-komparatif melalui analisis literatur, interpretasi kondisi topografi, dan pengamatan umum terhadap vegetasi berdasarkan zonasi lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kemiringan lereng dari landai hingga curam berpengaruh terhadap tingkat erosi, ketebalan horizon tanah, kandungan bahan organik, dan distribusi vegetasi. Lereng landai cenderung memiliki tanah yang lebih dalam, akumulasi bahan organik lebih tinggi, serta vegetasi teh dan tanaman penutup tanah yang lebih rapat. Sebaliknya, lereng curam memiliki tanah dangkal, drainase cepat, tingkat erosi lebih tinggi, dan vegetasi lebih jarang. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan morfologi lereng berperan dalam menentukan kualitas tanah dan pola vegetasi, sehingga pemahaman terhadap variasi lereng penting untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan perkebunan teh secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026