Banjir masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Terdapat 17 dari 23 kecamatan teridentifikasi sebagai wilayah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas tata kelola dalam pengelolaan risiko banjir di Kabupaten Pidie dengan fokus pada dimensi kapasitas intelektual. Penilaian dilakukan menggunakan kerangka asesmen terstruktur dengan mengevaluasi 12 indikator yang dikelompokkan ke dalam tiga fase pengelolaan banjir, yaitu pra-banjir (resist), saat banjir (absorb dan recover), dan pasca-banjir (adapt). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan empat instansi pemerintah utama, yaitu BPBD, PUPR, BAPPEDA, dan SETDAKAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas intelektual tata kelola banjir di Kabupaten Pidie berada pada tingkat sedang, dengan kinerja yang relatif lebih baik pada fase tanggap darurat, namun masih lemah pada aspek kesiapsiagaan dan adaptasi pasca-banjir. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen kapasitas tata kelola tidak hanya berfungsi untuk menggambarkan kondisi eksisting, tetapi juga sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kesenjangan kelembagaan dan mengarahkan upaya perbaikan di masa mendatang.
Copyrights © 2026