Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi peringatan Rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:1–5 terhadap fenomena krisis moral yang dialami Generasi Z di Indonesia, serta merumuskan implikasinya bagi pengembangan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Alkitab. Tujuan ini dilatarbelakangi oleh kemiripan karakteristik yang digambarkan Paulus—seperti mencintai diri sendiri, mencintai uang, sombong, durhaka, dan tidak mengasihi—dengan perilaku yang tampak di tengah generasi muda saat ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, artikel ini menggunakan historical-grammatical method, yang menggabungkan kajian historis, analisis bahasa, dan konteks penerima awal surat, lalu menghubungkannya dengan realitas sosial-budaya Indonesia masa kini. Hasil kajian menunjukkan adanya kesamaan signifikan antara nubuatan Paulus tentang “masa yang sukar” dan gejala moral Generasi Z, yang berakar pada penolakan kebenaran ilahi, lemahnya pembinaan rohani, serta pengaruh kuat budaya digital dan globalisasi. Temuan ini memberikan masukan strategis bagi gereja, sekolah Kristen, dan lembaga pendidikan untuk merancang program pendidikan karakter yang kontekstual, berbasis prinsip biblika, dan relevan dengan tantangan zaman. Kontribusi artikel ini terletak pada penyediaan kerangka konseptual yang dapat digunakan sebagai acuan praktis bagi para pendidik dan pemimpin rohani dalam membentuk generasi yang berintegritas, tangguh, dan setia kepada firman Tuhan di tengah perubahan dunia yang cepat
Copyrights © 2026